Kehidupan manusia praaksara di Indonesia dapat dibagi menjadi tiga masa, yaitu:
1. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan
Pada masa ini, manusia praaksara hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan dari alam. Mereka hidup secara nomaden atau berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari makanan. Alat-alat yang digunakan pada masa ini umumnya terbuat dari batu, tulang, dan kayu.
2. Masa Bercocok Tanam dan Beternak
Pada masa ini, manusia praaksara mulai mengenal cara bercocok tanam dan beternak. Mereka mulai hidup menetap di suatu wilayah dan mengembangkan alat-alat yang lebih efektif dan efisien. Pada masa ini, juga mulai dikenal sistem perdagangan berupa barter.
3. Masa Perundagian
Pada masa ini, manusia praaksara mulai mengenal pengolahan logam. Mereka mulai membuat alat-alat pertanian dari logam untuk bersawah. Selain itu, mereka juga mulai mengenal pembagian kerja dan sistem kemasyarakatan yang teratur.
Perbedaan antara ketiga masa tersebut dapat dilihat dari:
Cara memenuhi kebutuhan hidup
Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, manusia praaksara memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan dari alam. Pada masa bercocok tanam dan beternak, manusia praaksara memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara bercocok tanam dan beternak. Pada masa perundagian, manusia praaksara memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara bercocok tanam, beternak, dan berdagang.
Sistem mata pencaharian
Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, manusia praaksara hidup secara nomaden atau berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Pada masa bercocok tanam dan beternak, manusia praaksara mulai hidup menetap di suatu wilayah. Pada masa perundagian, manusia praaksara mulai mengenal pembagian kerja dan sistem kemasyarakatan yang teratur.
Alat-alat yang digunakan
Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, alat-alat yang digunakan umumnya terbuat dari batu, tulang, dan kayu. Pada masa bercocok tanam dan beternak, alat-alat yang digunakan mulai terbuat dari logam. Pada masa perundagian, alat-alat yang digunakan mulai terbuat dari logam dengan kualitas yang lebih baik.
Perkembangan kehidupan manusia praaksara di Indonesia menunjukkan bahwa manusia praaksara telah mengalami kemajuan dalam berbagai bidang. Kemajuan tersebut didorong oleh berbagai faktor, seperti perubahan kondisi alam, interaksi dengan kelompok luar, dan perkembangan teknologi.